Hebatnya Pikiran Bawah Sadar


Dalam Psikologi Pikiran Manusia, para ahli membagi menjadi dua bagian; Pikiran Sadar (PS) dan Pikiran Bawah Sadar (PBS). Pikiran Sadar sering disebut sebagai Conscious Mind menurut para ahli mencakup kurang lebih 12%, sedangkan Pikiran Bawah Sadar (Subconscious Mind) meliputi 88%. Pikiran Sadar bermain di gelombang Betha kisaran 12– 9 Hz, sedangkan Pikiran Sadar ermain pada gelombang Alpha 8-12 Hz dan Tetha 4-8 Hz. Saat kita tidur pulas tanpa mimpi maka gelombang otak berada pada kisaran 0.5-4 Hz.


Pikiran Sadar hanya memiliki kemampuan 3-9 proses/detik atau berkemampuan mengelola informasi antara 3-9 bit/second, sementara Pikiran Bawah Sadar mampu mengakses informasi 2,3 juta bit/second, wow…kemampuan yang luar biasa. Kita sering terpaku pada kepandaian PS yang hanya berkapasitas 10% saja, itupun belum maksimal dipergunakan, sementara kita sering abai dengan kemampuan super dari PBS yang dapat mengakses 2.3 juta bit informasi perdetiknya. PBS bisa mengakses segtu banyaknya informasi namun belum tergali secara mendalam bagaimana cara kita memanfaatkannya.

PBS akan menyimpan semua informasi yang masuk melalui PS dan menyimpannya dalam folder-folder khusus dan mempunyai kode khusus dengan sebuah asosiasi yang menyambungkan PS dan PBS. Terkadang memori PBS dalam satu folder bisa terbuka dengan mudah hanya dengan stimulan ringan saja. Mungkin Anda memiliki lagu favorit yang hingga kini masih Anda sukai. Mendengarkan lagu tersebut seakan Anda terbawa ke masa lalu dengan segala kenangannya, padahal itu bukan kejadian nyata, hanya memori yang tersimpan dalam PBS saja.

Perjalanan hidup manusia dipengaruhi oleh program yang tertanam atau sengaja ditanam dalam PBS, program-program tersebut bisa saja memberdayakan atau bahkan membuat kehidupan tidak berdaya. Seseorang yang hebat dan memiliki talenta serta pribadi yang baik adalah hasil programing yang baik pula sejak masa di dalam kandungan Ibunya sampai idupnya sekarang. Program itu secara otomatis akan bekerja mirip sekali dengan program pada komputer, jika ini akan begini, jika itu akan begitu atau melakukan proses yang berulang terus-menerus atau looping.

Program jelek gampang sekali ter-install dalam PBS, sementara program bagus harus dilakukan secara konsisten dan serius serta terus-menerus dilakukan. Kita ambil contoh saja, kebiasaan bangun subuh, betapa sulitnya dilakukan pada anak-anak kita. Programming dilakukan terus dengan menanamkan kebiasaan tersebut terus menerus sampai menjadin habit dan menjadi ringan sekali mereka melakukannya. Sementara program bangun kesiangan, berjalan alami saja. Seakan tidak ada proses programming yang dilakukan, program itu ter-install secara otomatis saja yang di kemudian hari menjadi habit yang sangat sulit untuk diubah.

Mengapa program-program tersebut bisa masuk dan tertanam dengan kuat di PBS, bagaimana alur kerja pikiran kita sehingga semua itu bisa terjadi. Begini, program yang dicontohkan di atas mengapa bisa terjadi karena kesengajaan memprogram bangun subuh tadi dengan melakukan pembiasaan, awalnya PBS belum memahami program ini, namun seiring waktu PBS memahami bahwa subuh adalah saat bangun tidur. Bahkan tanpa dibangunkan pun secara otomatis anak akan bangun dengan sendirinya. Bisa jadi suara, suhu koko ayam atau suara adzan akan menjadi suatu pertanda yang sering disebut anchor bagi si anak utnuk segera mengakhiri tidur pulasnya. Program yang sudah tertanam akan dikonekasikan dengan bagian tertentu pada tubuh kita, bisa pada panca indra atau organ-oran lain dalam tubuh.

Saking hebatnya PBS dalam hal menyimpan memori, pada rata-rata usia 21 tahun , orang telah menyimpan memori seratus kali, betul 100x lipat dari Ensyclopedia Britanica yang terkenal itu. Dalam kondisi trance hipnosis, orang yang sudah berumur puluhan tahun dapat mengingat atau mengalami regresi ke masa kecilnya dengan begitu mudah. Dalam satu kasus penulis sering melakukan teknik regresi ke masa lalu buat para klien hipnoterapinya mencari suatu sebab dari permasalahan yang dialaminya. Bukan hanya sekedar mengingat amaun PBS-nya membawa ke masa lalu seakan sedang terjadi sekarang. PBS bisa mengingat, merasakan, dan mengalami kejadian masa lalu dengan segala fenomena yang terjadi. Emosi, rasa, suasana, cuaca, suara-suara, aroma atau apapun yang melengkapi kejadian pada masa lalu.

PBS akan menerima apa saja yang diprogramkan, bersikap subjektif dan tidak mengenal baik-buruk, menguntungkan atau merugikan. Semua berjalan sesuai program yang di-install. Mengintal ketakutan terhadap sesuatu, akan secara otomatis akan selamanya takut dengan sesuatu tersebut. Peniulis permisalkan, ada seorang anak pada usia 3 tahun mengalami kekagetan yang sangat karena balon yang dipegangnya pecah dan mengeluarkan suara yang keras, berbarengan juga melukai kulit pipinya yang halus. Sejak itu sang anak sampai dewasapun takut dengan balon, biasa disebut sebagai pobia balon. Bagi kebanyakan orang balon itu indah, lucu, meriah dan ditemukan selalu dalam suasana bahaia, namun bagi orang yang pobia balon, balon merupakan ancaman bagi dirinya. Program yang teristal tersebut sudah engakar dan memberitahukan pikiran sadarnya bahwa balon adalah hal yang berbahaya dan harus dijauhi.

PBS bersifat subjektif, apapun yang dimasukan akan diproses sesuai alur program yang dinginkan, ia tidak bisa menilai apakah ini baik atau buruk buat dirinya. Korban kecanduan rokok misalnya, secara sadar tahu bahwa rokok berbahaya bagi dirinya namun secara bawah sadar rokok itu mengasikan dan sangat diperlukan oleh tubuhnya. Begitu juga para pecandu narkoba, bahaya yang demikian parah tapi bawah sadarnya tidak memahami, bahkan narkoba dianggap sebagai suatu zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuhnya.