Sedihnya Sang Ibu (Kisah ElGeBeTe)

cry#prihatin

ELGEBETE

biasanya saya agak malas terima telpon saat nyetir
entah kenapa siang tadi saya memilih mengangkat hp saat berdering, pilih mode speaker phone aktif agar saya tetap bisa konsentrasi diperjalanan.

haloo…salamualaikum, terdengar suar seorang ibu sebut saja Ibu Nani di ujung telpon
S (saya) Waalaikum salam, maaf dengan siapa ini
I (Ibu Nani) Saya bu Nani Pak, apa bapak benar Abah Abror?
S- betul Bu, saya Abah Abror
I – Saya baca di internet, katanya bapak bisa melakukan hipnoterapi untuk elgebete
S – Oo betul bu, kami dengan beberapa teman sesama hipnoterapis sedang mengadakan bulan peduli kesembuhan penyandang elgebete….memang ada apa Bu….
I – Ini pak, saya punya anak perempuan 16 tahun sudah terpengaruh dengan perempuan yang lebih tua dari anak saya, sampai anak saya didandani seperti seorang cowok.
S – Anak ibu sekarang penyandang lesbian?
I – Betul Pak, anak saya sekarang sudah terlalu jauh dipengaruhi temannya yang jauh lebih tua.
S – Apakah anak Ibu sudah benar-benar ingin sembuh dan normal kembali?
I – Kayanya sih belum, sekarang aja dia diajak ke Bandung sama pasangannya…..sekolahnyapun sudah terlalu sering bolos.

dst………
(maaf saya tidak bisa tulis semua)

di akhir telpon….
I – Bapak bisa bantu saya Pak?
S – Insya Allah, cuma pastikan terlebih dahulu anaknya mau, atau jika mungkin anak ibu malu dengan hipnoterapis pria, Ibu bisa hubungi hipnoterapis perempuan dalam list yang ibu baca.
I – O iya pak nanti saya coba tanya juga ke mereka…
S – Oke Bu, saya turut prihatin dengan kondisi Ibu dan putri Ibu, semoga Allah memberikan kesembuhan dan jalan terbaik..
I – Amin pak…sambil sesegukan……

saya terdiam, berkecamuk rasa, sedih campur aduk…saya membayangkan pilunya hati seorang Ibu yang mendambakan putrinya menjadi anak shalihah namun terampas dengan kejadian ini.